Blogroll

Selasa, 21 Februari 2012

INILAH SEJARAH DAN ASAL USUL SUKU DAYAK KALIMANTAN

blog-apa-aja.blogspot.com

Kata Dayak berasal dari kata "Daya" yang artinya hulu, untuk menyebutkan masyarakat yang tinggal di pedalaman atau perhuluan Kalimantan umumnya dan Kalimantan Barat.

Ada pelbagai pendapat tentang asal-usul orang Dayak, tetapi setakat ini belum ada yang betul-betul memuaskan। Namun, pendapat yang diterima umum menyatakan bahawa orang Dayak ialah salah satu kelompok asli terbesar dan tertua yang mendiami pulau Kalimantan (Tjilik Riwut 1993: 231)। Gagasan tentang penduduk asli ini didasarkan pada teori migrasi penduduk ke Kalimantan। Bertolak dari pendapat itu adalah dipercayai bahawa nenek moyang orang Dayak berasal dari China Selatan, sebagaimana yang dinyatakan oleh Mikhail Coomans (1987: 3):

Semua suku bangsa Daya termasuk pada kelompok yang bermigrasi secara besar-besaran dari daratan Asia. Suku bangsa Daya merupakan keturunan daripada imigran yang berasal dari wilayah yang kini disebut Yunnan di Cina Selatan. Dari tempat itulah kelompok kecil mengembara melalui Indo China ke jazirah Malaysia yang menjadi loncatan untuk memasuki pulau-pulau di Indonesia, selain itu, mungkin ada kelompok yang memilih batu loncatan lain, yakni melalui Hainan, Taiwan dan Filipina. Perpindahan itu tidak begitu sulit, kerana pada zaman glazial (zaman es) permukaan laut sangat turun (surut), sehingga dengan perahu-perahu kecil sekalipun mereka dapat menyeberangi perairan yang memisahkan pulau-pulau itu.

Orang-orang Dayak ialah penduduk pulau Kalimantan yang sejati, dahulu mereka ini mendiami pulau Kalimantan, baikpun pantai-pantai baikpun sebelah ke darat। Akan tetapi tatkala orang Melayu dari Sumatera dan Tanah Semenanjung Melaka datang ke situ terdesaklah orang Dayak itu lalu mundur, bertambah lama, bertambah jauh ke sebelah darat pulau Kalimantan

Teori tentang migrasi ini sekaligus boleh menjawab persoalan: mengapa suku bangsa Dayak kini mempunyai begitu banyak sifat yang berbeza, sama ada dalam bahasa maupun dalam ciri-ciri budaya mereka

Dewasa ini suku bangsa Dayak terbagi dalam enam rumpun besar, iaitu Kenyah-Kayan-Bahau, Ot Danum, Iban, Murut, Klemantan dan Punan। Keenam rumpun ini terbagi lagi kepada lebih kurang 405 sub suku. Meskipun terbagi kepada ratusan sub suku, kelompok suku Dayak memiliki kesamaan ciri-ciri budaya yang khas। Ciri-ciri tersebut menjadi faktor penentu salah suatu sub suku di Kalimantan dapat dimasukkan ke dalam kelompok Dayak। Ciri-ciri tersebut ialah rumah panjang, hasil budaya material seperti tembikar, mandau, sumpit beliong (kapak Dayak) pandangan terhadap alam, mata pencarian (sistem perladangan) dan seni tari.

blog-apa-aja.blogspot.com

Kalimantan adalah salah satu dari 5 pulau besar yang ada di Indonesia. Sebenarnya pulau ini tidak hanya merupakan "daerah asal" orang Dayak semata karena di sana ada orang Banjar (Kalimantan Selatan) dan orang Melayu. Dan, di kalangan orang Dayak sendiri satu dengan lainnya menumbuh-kembangkan kebudayaan tersendiri. Dengan perkataan lain, kebudayaan yang ditumbuh-kembangkan oleh Dayak-Iban tidak sama persis dengan kebudayaan yang ditumbuh-kembangkan Dayak-Punan dan seterusnya. Namun demikian, satu dengan lainnya mengenal atau memiliki senjata khas Dayak yang disebut sebagai mandau. Dalam kehidupan sehari-hari senjata ini tidak lepas dari pemiliknya. Artinya, kemanapun ia pergi mandau selalu dibawanya karena mandau juga berfungsi sebagai simbol seseorang (kehormatan dan jatidiri). Sebagai catatan, dahulu mandau dianggap memiliki unsur magis dan hanya digunakan dalam acara ritual tertentu seperti: perang, pengayauan, perlengkapan tarian adat, dan perlengkapan upacara. Mandau dipercayai memiliki tingkat-tingkat kampuhan atau kesaktian. Kekuatan saktinya itu tidak hanya diperoleh dari proses pembuatannya yang melalui ritual-ritual tertentu, tetapi juga dalam tradisi pengayauan (pemenggalan kepala lawan). Ketika itu (sebelum abad ke-20) semakin banyak orang yang berhasil di-kayau, maka mandau yang digunakannya semakin sakti. Biasanya sebagian rambutnya sebagian digunakan untuk menghias gagangnya. Mereka percaya bahwa orang yang mati karena di-kayau, maka rohnya akan mendiami mandau sehingga mandau tersebut menjadi sakti. Namun, saat ini fungsi mandau sudah berubah, yaitu sebagai benda seni dan budaya, cinderamata, barang koleksi serta senjata untuk berburu, memangkas semak belukar dan bertani.

Bagian Mandau

1. Bilah Mandau
Bilah mandau terbuat dari lempengan besi yang ditempa hingga berbentuk pipih-panjang seperti parang dan berujung runcing (menyerupai paruh yang bagian atasnya berlekuk datar). Salah satu sisi mata bilahnya diasah tajam, sedangkan sisi lainnya dibiarkan sedikit tebal dan tumpul. Ada beberapa jenis bahan yang dapat digunakan untuk membuat mandau, yaitu: besi montallat, besi matikei, dan besi baja yang diambil dari per mobil, bilah gergaji mesin, cakram kendaraan, dan lain sebagainya. Konon, mandau yang paling baik mutunya adalah yang dibuat dari batu gunung yang dilebur khusus sehingga besinya sangat kuat dan tajam serta hiasannya diberi sentuhan emas, perak, atau tembaga. Mandau jenis ini hanya dibuat oleh orang-orang tertentu. Pembuatan bilah mandau diawali dengan membuat bara api di dalam sebuah tungku untuk memuaikan besi. Kayu yang digunakan untuk membuat bara api adalah kayu ulin. Jenis kayu ini dipilih karena dapat menghasilkan panas yang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis kayu lainnya. Setelah kayu menjadi bara, maka besi yang akan dijadikan bilah mandau ditaruh diatasnya agar memuai. Kemudian, ditempa dengan menggunakan palu. Penempaan dilakukan secara berulang-ulang hingga mendapatkan bentuk bilah mandau yang diinginkan. Setelah bilah terbentuk, tahap selanjutnya adalah membuat hiasan berupa lekukan dan gerigi pada mata mandau serta lubang-lubang pada bilah mandau. Konon, pada zaman dahulu banyaknya lubang pada sebuah mandau mewakili banyaknya korban yang pernah kena tebas mandau tersebut. Cara membuat hiasan sama dengan cara membuat bilah mandau, yaitu memuaikan dan menempanya dengan palu berulang-ulang hingga mendapatkan bentuk yang diinginkan. Setelah itu, barulah bilah mandau dihaluskan dengan menggunakan gerinda.

2. Gagang (Hulu Mandau)
Gagang (hulu mandau) terbuat dari tanduk rusa yang diukir menyerupai kepala burung. Seluruh permukaan gagangnya diukir dengan berbagai motif seperti: kepala naga, paruh burung, pilin, dan kait. Pada ujung gagang ada pula yang diberi hiasan berupa bulu binatang atau rambut manusia. Bentuk dan ukiran pada gagang mandau ini dapat membedakan tempat asal mandau dibuat, suku, serta status sosial pemiliknya.

3. Sarung Mandau.
Sarung mandau (kumpang) biasanya terbuat dari lempengan kayu tipis. Bagian atas dilapisi tulang berbentuk gelang. Bagian tengah dan bawah dililit dengan anyaman rotan sebagai penguat apitan. Sebagai hiasan, biasanya ditempatkan bulu burung baliang, burung tanyaku, manik-manik dan terkadang juga diselipkan jimat. Selain itu, mandau juga dilengkapi dengan sebilah pisau kecil bersarung kulit yang diikat menempel pada sisi sarung dan tali pinggang dari anyaman rotan. Nilai Budaya Pembuatan mandau, jika dicermati secara seksama, di dalamnya mengandung nilai-nilai yang pada gilirannya dapat dijadikan sebagai acuan dalam kehidupan sehari-hari bagi masyarakat pendukungnya. Nilai-nilai itu antara lain: keindahan (seni), ketekunan, ketelitian, dan kesabaran. Nilai keindahan tercermin dari bentuk-bentuk mandau yang dibuat sedemikian rupa, sehingga memancarkan keindahan. Sedangkan, nilai ketekunan, ketelitian, dan kesabaran tercermin dari proses pembuatannya yang memerlukan ketekunan, ketelitian, dan kesabaran. Tanpa nilai-nilai tersebut tidak mungkin akan terwujud sebuah mandau yang indah dan sarat makna.

blog-apa-aja.blogspot.com

Suku Dayak adalah suku asli Kalimantan yang hidup berkelompok yang tinggal di pedalaman, di gunung, dan sebagainya. Kata Dayak itu sendiri sebenarnya diberikan oleh orang-orang Melayu yang datang ke Kalimantan. Orang-orang Dayak sendiri sebenarnya keberatan memakai nama Dayak, sebab lebih diartikan agak negatif. Padahal, semboyan orang Dayak adalah "Menteng Ueh Mamut", yang berarti seseorang yang memiliki kekuatan gagah berani, serta tidak kenal menyerah atau pantang mundur.

ASAL MULA

Pada tahun (1977-1978) saat itu, benua Asia dan pulau Kalimantan yang merupakan bagian nusantara yang masih menyatu, yang memungkinkan ras mongoloid dari asia mengembara melalui daratan dan sampai di Kalimantan dengan melintasi pegunungan yang sekarang disebut pegunungan "Muller-Schwaner". Suku Dayak merupakan penduduk Kalimantan yang sejati. Namun setelah orang-orang Melayu dari Sumatra dan Semenanjung Malaka datang, mereka makin lama makin mundur ke dalam.

Belum lagi kedatangan orang-orang Bugis, Makasar, dan Jawa pada masa kejayaan Kerajaan Majapahit. Suku Dayak hidup terpencar-pencar di seluruh wilayah Kalimantan dalam rentang waktu yang lama, mereka harus menyebar menelusuri sungai-sungai hingga ke hilir dan kemudian mendiami pesisir pulau Kalimantan. Suku ini terdiri atas beberapa suku yang masing-masing memiliki sifat dan perilaku berbeda.

Suku Dayak pernah membangun sebuah kerajaan. Dalam tradisi lisan Dayak, sering disebut "Nansarunai Usak Jawa", yakni sebuah kerajaan Dayak Nansarunai yang hancur oleh Majapahit, yang diperkirakan terjadi antara tahun 1309-1389 (Fridolin Ukur,1971). Kejadian tersebut mengakibatkan suku Dayak terdesak dan terpencar, sebagian masuk daerah pedalaman. Arus besar berikutnya terjadi pada saat pengaruh Islam yang berasala dari kerajaan Demak bersama masuknya para pedagang Melayu (sekitar tahun 1608).

Sebagian besar suku Dayak memeluk Islam dan tidak lagi mengakui dirinya sebagai orang Dayak, tapi menyebut dirinya sebagai orang Melayu atau orang Banjar. Sedangkan orang Dayak yang menolak agama Islam kembali menyusuri sungai, masuk ke pedalaman di Kalimantan Tengah, bermukim di daerah-daerah Kayu Tangi, Amuntai, Margasari, Watang Amandit, Labuan Lawas dan Watang Balangan. Sebagain lagi terus terdesak masuk rimba. Orang Dayak pemeluk Islam kebanyakan berada di Kalimantan Selatan dan sebagian Kotawaringin, salah seorang Sultan Kesultanan Banjar yang terkenal adalah Lambung Mangkurat sebenarnya adalah seorang Dayak (Maanyan atau Ot Danum)

Tidak hanya dari nusantara, bangsa-bangsa lain juga berdatangan ke Kalimantan. Bangsa Tionghoa diperkirakan mulai datang ke Kalimantan pada masa Dinasti Ming tahun 1368-1643. Dari manuskrip berhuruf kanji disebutkan bahwa kota yang pertama di kunjungi adalah Banjarmasin. Tetapi masih belum jelas apakah bangsa Tionghoa datang pada era Bajarmasin (dibawah hegemoni Majapahit) atau di era Islam.

Kedatangan bangsa Tionghoa tidak mengakibatkan perpindahan penduduk Dayak dan tidak memiliki pengaruh langsung karena langsung karena mereka hanya berdagang, terutama dengan kerajaan Banjar di Banjarmasin. Mereka tidak langsung berniaga dengan orang Dayak. Peninggalan bangsa Tionghoa masih disimpan oleh sebagian suku Dayak seperti piring malawen, belanga (guci) dan peralatan keramik.

Sejak awal abad V bangsa Tionghoa telah sampai di Kalimantan. Pada abad XV Raja Yung Lo mengirim sebuah angkatan perang besar ke selatan (termasuk Nusantara) di bawah pimpinan Chang Ho, dan kembali ke Tiongkok pada tahun 1407, setelah sebelumnya singgah ke Jawa, Kalimantan, Malaka, Manila dan Solok. Pada tahun 1750, Sultan Mempawah menerima orang-orang Tionghoa (dari Brunei) yang sedang mencari emas. Orang-orang Tionghoa tersebut membawa juga barang dagangan diantaranya candu, sutera, barang pecah belah seperti piring, cangkir, mangkok dan guci (Sarwoto kertodipoero,1963)

Dibawah ini ada beberapa adat istiadat bagi suku dayak yang masih terpelihara hingga kini, dan dunia supranatural Suku Dayak pada zaman dahulu maupun zaman sekarang yang masih kuat sampai sekarang. Adat istiadat ini merupakan salah satu kekayaan budaya yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia, karena pada awal mulanya Suku Dayak berasal dari pedalaman Kalimantan.

Upacara Tiwah
Upacara Tiwah merupakan acara adat suku Dayak. Tiwah merupakan upacara yang dilaksanakan untuk pengantaran tulang orang yang sudah meninggal ke Sandung yang sudah di buat. Sandung adalah tempat yang semacam rumah kecil yang memang dibuat khusus untuk mereka yang sudah meninggal dunia.

Upacara Tiwah bagi Suku Dayak sangatlah sakral, pada acara Tiwah ini sebelum tulang-tulang orang yang sudah mati tersebut di antar dan diletakkan ke tempatnya (sandung), banyak sekali acara-acara ritual, tarian, suara gong maupun hiburan lain. Sampai akhirnya tulang-tulang tersebut di letakkan di tempatnya (Sandung).

Dunia Supranatural
Dunia Supranatural bagi Suku Dayak memang sudah sejak jaman dulu merupakan ciri khas kebudayaan Dayak. Karena supranatural ini pula orang luar negeri sana menyebut Dayak sebagai pemakan manusia ( kanibal ). Namun pada kenyataannya Suku Dayak adalah suku yang sangat cinta damai asal mereka tidak di ganggu dan ditindas semena-mena. Kekuatan supranatural Dayak Kalimantan banyak jenisnya, contohnya Manajah Antang. Manajah Antang merupakan cara suku Dayak untuk mencari petunjuk seperti mencari keberadaan musuh yang sulit di temukan dari arwah para leluhur dengan media burung Antang, dimanapun musuh yang di cari pasti akan ditemukan.

Mangkok merah. Mangkok merah merupakan media persatuan Suku Dayak. Mangkok merah beredar jika orang Dayak merasa kedaulatan mereka dalam bahaya besar. Panglima" atau sering suku Dayak sebut Pangkalima biasanya mengeluarkan isyarat siaga atau perang berupa mangkok merah yang di edarkan dari kampung ke kampung secara cepat sekali. Dari penampilan sehari-hari banyak orang tidak tahu siapa panglima Dayak itu. Orangnya biasa-biasa saja, hanya saja ia mempunyai kekuatan supranatural yang luar biasa. Percaya atau tidak panglima itu mempunyai ilmu bisa terbang kebal dari apa saja seperti peluru, senjata tajam dan sebagainya.

Mangkok merah tidak sembarangan diedarkan. Sebelum diedarkan sang panglima harus membuat acara adat untuk mengetahui kapan waktu yang tepat untuk memulai perang. Dalam acara adat itu roh para leluhur akan merasuki dalam tubuh pangkalima lalu jika pangkalima tersebut ber Tariu" ( memanggil roh leluhur untuk untuk meminta bantuan dan menyatakan perang ) maka orang-orang Dayak yang mendengarnya juga akan mempunyai kekuatan seperti panglimanya. Biasanya orang yang jiwanya labil bisa sakit atau gila bila mendengar tariu.

Orang-orang yang sudah dirasuki roh para leluhur akan menjadi manusia dan bukan. Sehingga biasanya darah, hati korban yang dibunuh akan dimakan. Jika tidak dalam suasana perang tidak pernah orang Dayak makan manusia. Kepala dipenggal, dikuliti dan di simpan untuk keperluan upacara adat. Meminum darah dan memakan hati itu, maka kekuatan magis akan bertambah. Makin banyak musuh dibunuh maka orang tersebut makin sakti.

Mangkok merah terbuat dari teras bambu (ada yang mengatakan terbuat dari tanah liat) yang didesain dalam bentuk bundar segera dibuat. Untuk menyertai mangkok ini disediakan juga perlengkapan lainnya seperti ubi jerangau merah (acorus calamus) yang melambangkan keberanian (ada yang mengatakan bisa diganti dengan beras kuning), bulu ayam merah untuk terbang, lampu obor dari bambu untuk suluh (ada yang mengatakan bisa diganti dengan sebatang korek api), daun rumbia (metroxylon sagus) untuk tempat berteduh dan tali simpul dari kulit kepuak sebagai lambang persatuan. Perlengkapan tadi dikemas dalam mangkok dari bambu itu dan dibungkus dengan kain merah.

Menurut cerita turun-temurun mangkok merah pertama beredar ketika perang melawan Jepang dulu. Lalu terjadi lagi ketika pengusiran orang Tionghoa dari daerah-daerah Dayak pada tahun 1967. pengusiran Dayak terhadap orang Tionghoa bukannya perang antar etnis tetapi lebih banyak muatan politisnya. Sebab saat itu Indonesia sedang konfrontasi dengan Malaysia.

Menurut kepercayaan Dayak, terutama yang dipedalaman Kalimantan yang disampaikan dari mulut ke mulut, dari nenek kepada bapak, dari bapak kepada anak, hingga saat ini yang tidak tertulis mengakibatkan menjadi lebih atau kurang dari yang sebenar-benarnya, bahwa asal-usul nenek moyang suku Dayak itu diturunkan dari langit yang ke tujuh ke dunia ini dengan Palangka Bulau" ( Palangka artinya suci, bersih, merupakan ancak, sebagai tandu yang suci, gandar yang suci dari emas diturunkan dari langit, sering juga disebutkan Ancak atau Kalangkang" ).

57 comments:

Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

Mandau dalam bahasa dayak mendau dalam bahasa kutai & parang bungkul dalam bahasa banjar

Betul banget gan..kalo dilihat dari ciri" fisik nya orang dayak emang dah beragam,..mulai dari dayak banjar keturunan melayu dah dapat ditemui dimana-mana khusus nya area perdagangan di seluruh kalimantan. Ada juga dayak keturunan tionghoa banyak djumpai di kalbar dan kaltim.Sedangkan suku Maanyan (kalteng)bagi ane lebih mirip orang jepang.Selebih nya orang dayak banyak mempunyai kesamaan ciri dan tradisi dengan orang thailand (ane lihat di film)

menarik,, gampang cari kl gn...

adnan.t.komentar saya sependapat bahwa dayak berasal dari thai atau tai yang dalam sebutan ejaan bahasa pali di zaman kuno di thai membacanya sebagai daya ; itu sebabnya kerajaan bangsa thai seperti suhothai dan ayuthai mereka baca sebagai sukodaya dan ayudaya ; dalam sejaranya bereka berasal dari pegunungan altai di mongol selatan. karena dalam fakta sejarah menyatakan bahwa bangsa thai membentuk kerajaan nanchao (yang berarti penguasa selatan / nan =selatan / chao =penguasa) dan kerajaan ini berlokasi di yunan yang dikuasai oleh bangsa thai, dan bukan bangsa vietnam. kata tai didalam nama kutai, taiwan, tai nippon /ejaan jepangnya adalah dai nippon tidak mungkin tidak mempunyai arti yang sama ; dengan demikian saya berkesimpulan bahwa bangsa dayak mempunyai hubungan dengan bangsa thai ; sekian dahulu sambil menunggu tanggapan agar bisa saya lanjutkan / 28 dec 2012 (at)

Yg jelas dayakbtu kanibal....

Yg jelas dayakbtu kanibal....

@Mddanish Helmy:Eh,np ikam manyambati dayak tu kanibal mambawai bakalahi kah ikam?

emang kanibal kok....orang makan orang dan agama nya juga gak jelas....masalahnya dari dulu dampai sekarang mereka tuh masih senang banget hidup di dalam hutan.mereka ga suka keramaian dan hidup bermasyarakat dengan suku lain..

emang kanibal seh....masalahnya klo mereka marah bisa mkan orang...dan mereka juga agama nya ga jelas,apa lagi sampai saat ini mereka masih senang tinggal di hutan dan tempat terpencil..yang jauh dari keramaian,itu artinya orang dayak ga terlalu suka hidup bermasyarakat dan berdampingan dengan suku dan agama lain nya...

Jangan sembarangan bilang dayak kanibal ament kakant mate lahoq ko ap entiq

@Mddanish Helmy : jaga ucapan mas :) gak sopan!

@Mddanish Helmy : Jaga ucapan mas:) nda sopan!

Gw Lama Tinggal Di kalimantan Bahkan GW sering keluar masuk Hutan Di pedalaman, Gak ada Orang Dayak Yang Kanibal, Yang Kanibal Itu orang PAPUA.., emang ada tradisi orang dayak dulu disebut ngayau berarti potong kepala tapi bukan berarti kanibal, itu tradisi simbol kegagahan tapi tradisi itu sudah di tiadakan.

nyamannya tuchh muntung kalaw bapander ya.....jangan asala bapander ikam ..tuch ya ....kadak ada tuch dayak kanibal...hanya urrang2 bungul aja lah yang bapander DAYAK KANIBAL.....hati2 dalam berbicara ya

Bebuek amen biongau tauk enak perkara eman ongau masem iro

1. mangkok merah adalah simbol kesiapan perang...bentuk nya bermacam-macam.....tidak benar klo bntuknya cma sprti yg enete gambarkan....
2. penipuan......gambar Panglima Burung tidak demikian....Panglima Burung berasal dri Kapuas Hulu Kalbar, dia slh satu petinggi dan pahlawan yg di pimpin oleh Pang Dan pada masa MAJANG DESA di Kabupaten Sanggau Kalbar...Pang Dan, Panglima Burung, Pang Suma adalah tiga serangkai petinggi pasukan MAJANG DESA...sy tw ttg panglima Burung....sesudah massa MAJANG DESA ada Panglima Naga skrg di Kab Sekadau...sy tw ttg panglima burung karena dia Komandan Alm Kakek sy di pasukan MAJANG DESA dan pernah memberikan sebilah APANG (MANDAU) yang bermata dua...SEGERA HAPUS FOTO PANGLIMA BURUNG PALSU ITU...

hallah...omong opo iku ?? G bermutu blas !!

Jangan menghina dayak borneo.. ap lo..

Jangan menghina dayak borneo
. Ap lo.. gua dayak borneo..

Jangan menghina dayak borneo.. ap lo..

PERINGATAN...!!!
Jangan coment sembarangan tentang suku Dayak....

Kalau nonton film siideq bale, film sejarah dari taiwan. Ko ada kemiripan antara suku2 di taiwan dengan suku dayak. Coba deh tonton..

FAKTA", leluhur dayak adalah orang utan pantas lah mereka hidup nya dihutan primitip dan terbelakang, serta berotak sampah

FAKTA", leluhur dayak adalah orang utan pantas lah mereka hidup nya dihutan primitip dan terbelakang, serta berotak sampah

Damai bro....gc usah pada ribut,,G̲̣̣̣̥ ush sling slh-mnyalahkn...indonesia bnyak suku wajib kita hormati,,persatuan lebih indah bro....

Damai bro....gc ush sling slah-mnylahkn...indoneSia bnyk suku ή wajib kita hormati...persatuan ή perbedaan tu LǻǻaĦ ♈ǝлƍ mmbuat negeri ΐηΐ indah...

Yang saya tahu suku dayak itu baik,ramah,dan tidak mengganggu org lain. Kecuali jika ada yang mengganggu mereka. Suku dayak dikenal sebagai suku yang suka damai,dan sabar. Tetapi kesabaran bisa berubah menjadi kejam jk mereka di ganggu. Dan masalah suku dayak itu memenggal kepala,itu memang sudah adat mereka. Kita pun sebagai suku yg berbeda jga punya adat masing2. Jd,zgn slh mngerti tntg suku Dayak..
Terimakasih

love borneo dyak, kutai, banjar, paser, melayu, tidung.. love sape..

Betul ituu jangan sembarangan ikam bebicara,,,
Kalau belum tauu apa2 gak usah ngomong sembarang,,,,mulut di jaga

Kata Dayak itu sendiri sebenarnya diberikan
oleh orang-orang Melayu yang datang ke
Kalimantan.

Tolong di ralat, kata Dayak/Dyak/Daya itu sebenar nya di berikan oleh bangsa belanda untuk menyebut suku2 kalimantan(pedalaman),,, Data yg anda masukin itu tdk benar, tolong cari yg lbh akurat, baru di beritakan..... Jangan asal2'n brow bikin sejarah org !!!!!!!!!

Kata Dayak itu sendiri sebenarnya diberikan
oleh orang-orang Melayu yang datang ke
Kalimantan.

Tolong di ralat, kata Dayak/Dyak/Daya itu sebenar nya di berikan oleh bangsa belanda untuk menyebut suku2 kalimantan(pedalaman),,, Data yg anda masukin itu tdk benar, tolong cari yg lbh akurat, baru di beritakan..... Jangan asal2'n brow bikin sejarah org !!!!!!!!

Ah elu terlalu berlebihan, fakta nya omongn lo gk sesuai sama lapangan, paling juga lo cuman mau ngangkat suku lo ''dayak'' biar terlihat baik..
Dayak itu,pendendam, suka iri, angkuh, terlebih lagi muda-muda nya sekarang sok jago dikit2 pasti koar2 perang,.. setelah kejadian sampit sombong nya bukan main, udah kayak penguasa aja....

Saudara Mddanish Helmy, tidak ada bukti bahwa orang Dayak cannibal. Kalau kami praktek cannibalism, anda tidak akan keluar hidup hidup dari Kalimantan dan post comment bodoh seperti itu.

Kami mengakui bahwa nenek moyang kami melakukan praktek head hunter.

Suku mana yang di jaman dahulu tidak saling membunuh?

Lihat sejarah Eropa, America, Timur Tengah, Asia... suku mana yang bersih tangannya dari pembunuhan?

Kada ush betengkar ap, kena jd bebunuh lah ae. Umpama hendak berdamai muhun lah ae jaga peromongan to

Setau sy suku dayak itu baik, ramah, suka menolong tdk sombong, yg jahat org pendatang yg ingin menguasai pulau borneo mknya mereka marah ampe penggal kpl , mari saling menghargai..tak prlu menghina suku apa aja.. Bhineka...

Setau sy suku dayak itu baik, ramah, suka menolong tdk sombong, yg jahat org pendatang yg ingin menguasai pulau borneo mknya mereka marah ampe penggal kpl , mari saling menghargai..tak prlu menghina suku apa aja.. Bhineka...

jangan pina cakah bepander org dayak primitif klo pina pagat penggulu........buktinya banyak transmigrasi ke petak danum kami, nyari makan, indonesia....indonesia, tapi kalimantan tanah kami, jangan sok menghina klo masih nyari makan di tanah org. n gak usah menghina klo gak tau apa2 soal org dayak.

kalau mau jujur... karakter suku dayak mungkin tidak terlalu berbeda dengan suku-suku lainnya di indonesia.. hanya saja sejak kasus sampit kadar kepongahan dan keangkuhan suku ini semakin menjadi nyata

asal mula seperti apa acara bontang dimulai terjadi seperti apa ya??????

jika kita mencari2 perbedaan pasti banyak perbedaanya, tapi jika kita mencari persamaan pasti ada persamaan itu, dan jika kita bicara yg baik2 pasti akan menghasilkan yglebih baik
Nah tinggal sekarang kembali kpd pribadi kita masing2, jika kita orang baik biasanya suka membicarakan yg baik

Jgan srmbarang koment hati2 S.A.R.A mau suku apa saja kita ini Indonesia harus bersatu....smua suku dasarnya baik tergantung personilnya saja. Ok. Saya asli Borneo dan kami cinta damai.....tidak pernah memulai....tapi kalau dimulai lain ceritanya. Mending menghindar....tapi kalo masih dihimpit dan trus diintimidasi siapa takut. Jaman skarang memulai harus pake otak jangan otot. Badan binasa karena lidah. Jadi tolong dijaga perkataannya. Makasih

Jgan srmbarang koment hati2 S.A.R.A mau suku apa saja kita ini Indonesia harus bersatu....smua suku dasarnya baik tergantung personilnya saja. Ok. Saya asli Borneo dan kami cinta damai.....tidak pernah memulai....tapi kalau dimulai lain ceritanya. Mending menghindar....tapi kalo masih dihimpit dan trus diintimidasi siapa takut. Jaman skarang memulai harus pake otak jangan otot. Badan binasa karena lidah. Jadi tolong dijaga perkataannya. Makasih

Kalau koment jangan sembarangan asal apalagi ini menyangkut S.A.R.A kita ini Indonesia bersatu bukan mempetak petakan suku ini jelek atau lain2nya. Belajarlah dari pengalaman yg sdah2. Ok Kami suku asli Kalimantan tidak pernah menganggu lain cerita kalau kami diganggu iya kan manusia mana yg mau didzolimin. Dan ingat ini media elektronik banyak yg lihat .....jadi tolong djaga pembicaraannya. Mkasih

love and peace..
salut buat suku dayak.. yang ditakutkan diabad moderen ini adalah hilang nya penerus,yang meneruskan tradisi adat nenek moyang mereka.. anak2 suku dayak sekarang (yg tinggal dikota) hampir(tidak semua) tidak bisa berbahasa ibu (bahasa dayak),dan yg paling ditakutkan mereka akan lupa atau tidak tau asal-usul mereka sebenarnya sebagai anak,keturunan suku dayak..
nice blog.. thanks

Wooyyy...ello yg ngata" in dayak, ga tau adab lo...lo ngata'in dayak sama jg ngatain suku banjar, kami udh 100 thn hidup setanah & berjuang bersama, ga pernah kami perang sara...lo aja yg ga tau sopan santunnya, nyari mkn di tanah org ga tau terimakasih....ingat bung yg mmperjuangkn tanah borneo nenek moyang kami...ello klo mau cari mkn di tanah org sopan dong..kami pun segan,,,,

I love borneo, pulau yg damai, aman, tenteram... Setiap suku pasti punya hal positif dan hal negatifnya. Bukan dayak saja yang ada ritual adat, tapi suku jawa, bugis, banjar, melayu pasti ada. Tapi itu dulu, zaman terus berkembang, IPTEK semakin maju. Kita itu bhinneka tunggal ika. Gak ada suku ini atau suku itu lebih unggul atau lebih bagus, GAK ADA. Semua sama... Cuman orang yg gak berpendidikan yang suka merendahkan orang lain dan menJUDGE sesuatu tanpa menelusuri dengan teliti... Thanks

Sok tau nih yg bilang dayak kanibal,emak loe tuh kanibal wahahahaha..pasti yg komentar yg suka jelek"an dayak suku bugis,madura,makassar,gk ada yg lain pasti di antara 3 suku itu ada salah satux dri mereka..sebab mereka gk suka sama yg namax suku dayak..coba deeh loe ngomong sendiri di hadapan kampung suku dayak kalau dayak itu kanibal...««Kalau berani sihh :ahahaa..
Jngan beranix cuman di dunia maya..macam anak kecil aja.

Kami Orang Dayak, tidak ada namanya dendam, kami ini Cinta kedamaian.
Kami kalau orang baik, maka kami lebih baik lagi,dan menghargai satu sama lain, Tapi kami kalau di buat kasar maka kami akan lebih kasar lagi.

Dayak Cinta Damai bung.

Salam sejahtera untuk kita semua....
Sebelum saya memberi komentar saya mohon maaf yang sebesar-besarnya,jika dikaitkan dengan dengan suku dayak saya tidak ada sangkut pautnya dan saya sangat tabu mengenai suku dayak.Beribu maaf saya sampaikan sebelum saya memberi komentar,dari keterangan yg saya baca saya sendiri sangat bangga dapat mengetahui asal usul suku dayak,jika dikaitkan dengan saya sendiri tentu tidak ada sangkut pautnya tentang suku.Saya sendiri suku Batak tp saya bangga menegenal adat istiadat suku dayak,yg ingin saya sampaikan yaitu mari kita lestarikan setiap suku.Dari berbagai penelitian teman2 saya semua suku diindonesia hampir punah,apalagi adat istiadat daerah tersebut.Saya baca diatas td tentang perang,sah-sah saja kalau jaman dahulu ada ritual,dan saya rasa tentang ritual setiap suku pasti mengadakannya dari keterangan teman2 peneliti.Masalah Agama td ada saya baca juga,sama halnya dengan suku lainnya,jika kita kaji ulang agama belum ada pada jaman dahulu kala,saya bawakan satu contoh suku Batak.Menurut keterangan turu temurun dari keluarga saya(kakek) bahwa jaman dulu ketika mereka beradaptasi tidak mengenal agama dan belum ada tp mereka percaya akan adanya Sang Pencipta.
Sama halnya juga dengan saudara2 kita suku yg lainya,misal papua,nias,jawa,dll...
Jika kita telusuri kembali kejaman-jaman sebelumnya,semua agama di Indonesia ada 145 agama,dengan seiringnya perkembangan jaman agama itu menjadi hilang.
Jika saya renungkan hari kehari,minggu ,bulan ,bahkan ketahun,sebenarnya diri kita sendirilah yg telah mengikis budaya itu.Orang jama dahulu hanya mengenal Adat istiadat,#Budaya yg ada kita tinggalkan dan kita sendiri mengikuti budaya yg modren,salah satu contoh persaman saya kutip.suku dayak hanya menutupi bahagian tertentu saja pada tubuhnya,begitu juga suku batak ketika jaman dahulu kala.Suku batak juga saat ini sudah hampir punah adat itiadatnya.Saat ini saya domisili diKALTIM tentu saya harus mencintai adat istiadat disini juga,marilah kita semua bersatu untuk memajukan adat istiadat kita dan jangan membuat perbedaan.Yang kita sembah itu tetap satu yaitu "Sang Pencipta Semesta".
Mohon maaf yg sebesar-besarnya jika ada kata/kalimat yg kurang berkenan dan cara penulisan.Adakah saudara/saudari ku sekalian yg bisa mengajari saya/sharing tentang asal usul suku dayak dan adat istiadatnya ?
Saya ucapkan banyak trimakasih sebelumnya.

ya.. Jangan ckap bgitu.. Kmi dayak, Kmi orang yang baik. Haha

Dasar orang jawa !!! Ikam tu kada tahu apa apa. Umpat umpatan jua! Bungul!!

Poskan Komentar

Komen, Kritik dan Saran
Apasih susahnya Comments ?
Ayo Pada Tinggalin Jejak